Laman

Sabtu, 20 Oktober 2012

My Life, My Way...


Perkenalkan, saya Tommy Saputra, seorang pemula dalam dunia blog. Ketertarikan pada blog diawali saat saya diberi tugas oleh salah seorang dosen saya. Dan sepertinya saya harus mengamalkan, “ berikanlah apa yang kamu miliki, walau itu hanya satu kata”, seperti yang saya temukan selama belajar blog.
Dalam blog ini, saya lebih menekankan pada bidang pendidikan, terutama informasi yang berkaitan tentang perguruan tinggi, penerimaan mahasiswa baru, dan lain-lain. Harus saya akui, tema ini sangat membawa beban mental yang berat bagi saya, mengapa ?, itu semua karena saya bukanlah orang yang berhasil lulus di perguruan tinggi favorit yang tentunya tidak akan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Namun, dibalik itu semua saya ingin blog ini menjadi guru yang baik untuk memperbaiki semua kesalahan saya, dan mungkin bisa menjadi sedikit pelajaran bagi adik-adik yang akan menghadapi berbagai tes PTN nantinya. Semoga saja dengan mengetahui kekurangan saya mereka bisa jauh lebih baik dari saya. 
Gagal di Ancora Foundation adalah kegagalan pertama saya untuk merajut mimpi. Ancora Foundation merupakan salah satu seleksi bagi siswa Indonesia yang berminat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang ada di Malaysia.  Saya mungkin terlalu percaya diri untuk ikut tes ini, padahal di sekolah, saya hanya siswa yang biasa-biasa saja, bermodalkan keberanian untuk mencoba saja, saya mengirim semua berkas itu ke Jakarta.
Kesempatan untuk mengikuti SNMPTN Undangan pun saya terima, saat itu semua pilihan saya isi dengan program studi kedokteran. Saya sadar, nilai rapor saya tidak terlalu mendukung untuk menjadi seorang dokter, namun dokter merupakan sebuah cita-cita yang saya idamkan sejak saya kecil, bahkan saya telah berjanji kepada nenek dan kakek saya yang kini telah meninggal dunia untuk mengobati mereka dikala tua. Hal itu juga di dorong oleh lingkungan keluarga yang memiliki basis kesehatan. Mama saya adalah seorang bidan. Sewaktu saya kecil, mama bekerja sebagai bidan desa, dan sejak saat itu saya telah terbiasa melihat mama membantu orang lain, bahkan suatu malam kami pernah pergi kerumah penduduk yang ada di tepi bukit, dan jauh sekali dari dari keramaian penduduk. Meski saya tahu mama orangnya penakut, tapi untuk menolong nyawa orang lain dia seakan melupakan ketakutannya memasuki gelapnya hutan belantara. Saya pun tidak tahu dengan siapa saya digendong saat itu, yang jelas dia hanya seorang lelaki tua dengan baju yang kumal. Bahkan, di perjalanan lelaki itu menginjak seekor ular, saya menangis dan memanggil mama saya, tapi lelaki itu hanya santai seakan tidak ada masalah. Itulah mengapa saat SNMPTN Undangan saya memilih kedokteran, karena jika saya memilih program studi lain yang tidak terlalu saya impikan, dan saya lulus disana, mungkin penyesalan lebih besar datang daripada sesal saat ini. Dan ini menjadi bukti, bahwa nilai 99 dan 98 yang pernah ada di raport saya tidak bisa membantu apa yang saya inginkan. mungkin itu semua sudah menjadi rahasiaNya yang sangat sulit untuk kita duga.
SNMPTN Tertulis pun saya ikuti, lagi-lagi saya memilih kedokteran, Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara menjadi pilihan saya. Hasil try out saya baru lulus di pilihan kedua, namun itu sangat berisiko tinggi, dan saya sangat paham hal itu. Banyak orang yang meragukan saya, mulai dari teman, bahkan guru-guru saya disekolah. Namun, selama keluarga masih mendukung, saya tetap berusaha semaksimal mungkin tanpa mendengar ucapan orang yang menyangsikan kemampuan saya. Saat itu mereka benar, saya memang tidak lulus. Namun saya puas, saya lebih berani menggapai mimpi saya dari mereka.
Kegagalan terus datang bertubi-tubi, di SIMAK UI dan UMB PTN. Akhirnya saya lulus di Sastra Jerman UNPAD melalui SMUP 2012. Namun kesempatan ini tidak saya ambil, meski saat gathering  pihak kampus telah menjelaskan bahwa jurusan ini cukup menjanjikan, karena UNPAD telah bekerja sama dengan pihak Jerman melalui sebuah program yang lulusannya bisa langsung kerja di Jerman dengan gaji yang lumayan besar. Cukup menarik, namun hal ini jauh dari apa yang saya impikan.
Akhirnya saya ikut tes di sebuah universitas swasta di tanggerang. Pada hakikatnya tentu saja lulus seleksi ini mudah, dan peluang lulus sangat besar. Dari hasil seleksi itu pun, saya termasuk mahaiswa yang mendapat beasiswa. Saat ini saya mengambil program studi bahasa Inggris, hal ini lebih saya sukai karena manfaat nya jauh lebih besar buat saya.
Saya senang berada di kampus ini. Universitas Buddhi memberikan pengalaman yang begitu besar bagi saya. Menjadi mahasiswa minoritas, karena disini mahasiswa muslimnya sangat sedikit, bukanlah penghambat untuk saya. Saya diterima dengan baik, dan bahkan saya sangat senang menjadi bagian dari kampus ini.
Namun, ini bukanlah jalan utama saya. Saya akan kembali hadir dalam seleksi tahun depan, InsyaAllah. Dan mungkin anda sudah tahu apa pilihan saya nantinya.

Cerita ini saya lanjutkan pada Selasa, 14 Oktober 2013. Setahun setelah saya melakukan perjuangan dan doa.
Hari-hari kuliah di Buddhi pun saya nikmati. Bertemu dengan teman-teman yang sangat mendukung dan mengerti keadaan saya. Saya bersyukur pada Tuhan telah dipertemukan dengan mereka. Saya juga mendapatkan ilmu yang diperoleh dari dosen-dosen yang sangat paham keinginan saya. Ada cerita yang tidak bisa saya lupakan, saat semester 2 dimulai, saya ingin ikut bimbel kembali di Nurul Fikri Tangerang. Namun tentu saja jadwal saya tabrakan dengan jadwal kuliah. setiap senin-jumat, selesai kuliah jam 12.30 saya harus segera bersiap2 ke tempat bimbel, perjalanan memakan waktu 20menit, saat perjalanan saya sempatkan untuk makan snack pengganti makan siang. Selalu terlambat datang ke bimbel. Hari Selasa dan Jumat pun jadwal kuliah dan bimbel tepat berada di waktu yang sama. Akhirnya saya langsung saja cerita ke dua dosen di Buddhi, alangkah terkejutnya saya, ternyata mereka mengikhlaskan saya tidak masuk di kelas mereka asal mengerjakan tugas tambahan yang mereka sediakan. Jadi, selama 1 semester saya hanya masuk 1 kali dalam kelas, Alhamdulillah saya diberi nilai A oleh kedua dosen tadi.

Selama bimbel pun ada sedikit rasa pesimis, soalnya saya sudah lupa pelajaran ketika di SMA, tapi itu semua bisa diatasi berkat dukungan dari orang2 sekitar yang terus mendukung saya.

Singkatnya, masa pertarungan kembali datang. SBMPTN 2013 merupakan tantangan yang makin sulit bagi alumni SMA yang kembali mengulang berjuang karena kuota yang disediakan hanya 30%, sedangkan untuk SNMPTN 50% dan mandiri 20%. Saya mengambil Kedokteran UI, Kedokteran Unej dan Kedokteran Unand di SBMPTN 2013. Ya, saya kembali tidak lulus. Alasannya cukup sederhana, karena saat tes saya dihadapi banyak permasalahan internal, dan juga eksternal, salah satunya salah lokasi ujian, sehingga saya terlambat mengerjakan soal. hahahaha. Kemudian saya ikut SIMAK UI 2013 dengan pilihan jurusan Kedokteran dan Teknik Kimia, ya, tidak lulus lagi. Selanjutnya UM-UGM, saya memilih jurusan Kedokteran dan Teknik Kimia, YA, karena TIDAK KAPOK mengambil jurusan ini, saya juga tidak lulus.

Awalnya saya memang lebih mempersiapkan untuk kuliah di PTS. Om saya pun menawarkan Universitas Kristen Jakarta, Trisakti Jakarta dan UPN Veteran Jogjakarta.Namun karena kesibukan kuliah, saya baru sempat mendaftar di Trisakti di jurusan teknik pertambangan dan UPN Jogja Teknik Perminyakan, untuk Universitas Kristen Indonesia awalnya saya ingin memilih jurusan Hubungan Internasional, lagi-lagi saat pendaftarannya juga sama dengan jadwal UAS saya di kampus Buddhi. Bahkan saya hampir saja membayar uang kuliah di UPN Jogjakarta ini, untunglah takdir masih berkehendak lain.
Kemudian saya ikut tes UMB PTN 2013, SPM Itera-ITB, Monbugakusho 2013, dan SMITS.
Alhamdulilah, saya lulus di tahap pertama Monbugakusho 2013, saya pun mulai berani bermimpi untuk melanjutkan studi di Jepang, namun sayang tes berikutnya yang dilaksanakan di UI, saya tidak lulus.
Alhamdulilah kembali saya lulus di Itera-ITB jurusan teknik Geofisika, saya pun mulai membayangkan bisa menikmati kuliah di kampus  ITB dengan segala fasilitasnya dan bertemu dengan teman-teman saya yang kuliah di Bandung sana. Memang teman-teman sekelas saya dulu dominan kuliah di Bandung, sempat terpikir lagi akan kembali menjelajah kota ini seperti tahun lalu saat diterima di Unpad. Wah, sepertinya menyenangkan bisa bertemu lagi dengan teman teman lama.
Alhamdulilah saya juga lulus di kedokteran Uniba.
Alhamdulilah kembali saya lulus di Teknik Kimia Unsyiah 2013. Dan Alhamdulilah sekali, saya juga LULUS di TEKNIK KELAUTAN ITS.
Saat itu saya mulai "galau". Universitas apa yang akan saya pilih. Pertama, saya tidak akan memilih Kedokteran Uniba karena itu Universitas swasta, dengan jurusan kedokteran saya tidak mungkin kuliah disana. Kedua saya tidak diizinkan orangtua kuliah di Aceh, sehingga saya tidak memilih Unsyiah. Tinggal 2 pilihan, Itera-ITB atau ITS.
Jujur saja, saya tidak pernah tahu apa itu ITS dn saya tidak pernah memikirkan untuk kuliah disana, saya baru tahu infonya setelah Om saya yang memberi tahu, yang kebetulan juga bekerja di salah satu  perusahaan asing di Jakarta yang bergerak di bidang perminyakan, bahwa lulusan ITS sangat diminati di kantornya.
Saya juga heran kenapa Om saya tidak menyuruh memilih Itera-ITB, padahal jika saya memilih Itera, saya bisa kuliah di kampus ITB, dosen-dosennya dari ITB, segala fasilitasnya juga ITB. Tapi, om saya tetap menganjurkan ITS.
Dengan pertimbangan itu, saya akhirnya memilih ITS. Saat pertama kali mendarat di Surabaya, yang ada dalam pikiran saya adalah ITS merupakan kampus kecil yang ada di Indonesia timur, tapi, setelah saya sampai di kampus ITS saya benar-benar terkejut." Oh, God, why I didn't choose ITS Last year ?"
Saat tes-tes lanjutan dari ITS, aura ITS sebagai kampus yang besar juga sangat terasa. ITS merupakan kampus dengan semangat perjuangan, kampus pahlawan. ITS juga kampus gudang prestasi, saya terkagum-kagum atas prestasi ITS di tingkat Internasional dan juga kreativitas mahasiswanya. Disini saya mulai sadar dosa saya, yaitu telah menutup hati saya, sehingga dulu tidak pernah melirik ITS 1 persen pun.
Saya menjadi tambah kaget, ternyata saya TERSESAT DI JALAN YANG SANGAT BENAR. Teknik Kelautan ITS merupakan teknik kelautan tertua di Indonesia, yang juga satu-satunya berada di bawah Fakultas Teknologi Kelautan. Fakultas Teknik Kelautan ITS merupakan pusat studi ilmu kelautan di Asia, yang hanya ada di Indonesia (ITS) dan Korea Selatan. Dan, jurusan ini juga telah diakui setara Oleh RINA di eropa sana. Mimpi saya untuk menjadi dokter selama 15 tahun lebih langsung hilang, dan saya sangat bersyukur dan tidak akan pernah menyesal belajar di jurusan ini.

Kata salah seorang dosen ITS, pak Najib, ini adalah salah satu kepingan surga yang jatuh ke tanah Indonesia, Surabaya.

31 komentar:

  1. Saya senasib dengan anda tommy saputra, saya selalu bermimpi menjadi seorang dokter, hingga sekarang saya masih bermimpi untuk menggampainya, selamat berjuang buat kita tahun depan. semoga sesuatu yang baik berpihak pada kita. amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga senasib, tidak lulus d impian saya t.geologi hahah

      tp saya telah bahagia di sistem komputer saat ini...

      Hapus
    2. Slamat berjuang di sistem komputer ibnu harsa, saya tunggu kesuksesan anda disana.

      Hapus
  2. Satu hal yang harus di pegang teguh: "KOMITMEN".

    Good Luck.. :)

    BalasHapus
  3. Tetap semangat sobat.. kuatkan komitmenmu dengan usaha dan do'a key...:) "KEEP UR SPIRIT"

    BalasHapus
  4. cmangaaaaat... :) :)

    BalasHapus
  5. aku ykin kmu bisa tor,, kutunggu kbar baiknya di thun 2013 ya,, ttap ikhtiar dan istiqamah,, :)

    BalasHapus
  6. aaa, taka maso jadi rakyat jelata di wismadia .....

    tapi tetap semangat nyo kawan karana,
    u meraih yang bersar perlu usaha yang besar juga,
    kegagalan adalah sebuah usaha yang tertunda...

    BalasHapus
  7. sebaik2 ny kita mrncanakan ssuatu jauh lbih baik rncna Allah utk kita..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya git, mudah2n tommy bsa sabar menunggu rencana terbaik dari Allah SWT.Amiin.

      Hapus
  8. moga berhasil ya saudara TOMMY SAPUTRA....
    wish U all the best....
    pokoknyo sukses selalu....

    BalasHapus
  9. artikelnya keren pertahankan terus yaa tom :D

    BalasHapus
  10. Mnurut saya bukan hanya anda yg mengalami hal seperti ini...jika anda mempostingkan d blog seperti ini..anda terlihat seperti "mengemis belaskasihan, dan ucapan "semangat""
    Demikian opini saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang punya sesuatu yg ingin diceritakannya,, jadi hormati apa yang di tulisnya

      *just opini

      Hapus
    2. terimakasih atas opininya.

      Hapus
  11. terimakasih Teru, opini anda sungguh menjadi inspirasi terbesar bagi saya saat ini, terima kasih.

    BalasHapus
  12. bg, ma yg pyah simak ui atau um ugm bg????

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2 tahun belakangan ndk ad yg lulus simak ui dari SMA do wid

      Hapus
    2. wah, iwid. baru bukak blog bg liak. wkwkk

      Hapus